ArsipBerita.com - update next 9 | |
- Tak Mau Pohon Tumbang, Kaji Ulang IMB
- Serbia Menang 2-1 Atas Irlandia Utara
- Dua Gol Witsel Antar Belgia Taklukkan Austria
- Muslims face growing attacks in Ivory Coast crisis
- Presiden Yaman dan Jenderal Pembangkang Gagal Capai Kesepakatan
- Sepupu Aida Saskia Jadi Korban Penganiayaan
- Milan Tantang Juventus Dapatkan Menez
- Gempa Jepang Lumpuhkan Pembuat Cat Khusus Mobil Satu-satunya di Dunia
- Pabrik Sabu Itu di Condominium Mewah
- Biaya perizinan bebani harga rumah
| Tak Mau Pohon Tumbang, Kaji Ulang IMB Posted: 25 Mar 2011 07:19 PM PDT JAKARTA, KOMPAS.com – Kemacetan yang makin parah di wilayah Jakarta ternyata dipicu juga oleh pohon tumbang. Permasalahan ini sebenarnya muncul karena kurangnya kesadaran akan lingkungan. Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Ubaidillah, yang dihubungi KOMPAS,com, Jumat (25/3/2011), menuturkan bahwa pembangunan yang terus menerus tanpa memerhatikan lingkungan akan berdampak negatif. "Ijin Mendirikan Bangunan juga harus dikaji ulang. Jika permintaan tersebut tidak disertai analisis dampak lingkungan maka seharusnya jangan diberikan dulu," jelas Ubaidillah. Ia juga menambahkan, rencana pengelolaan lingkungan harus diimplementasikan dalam tujuan pembangunan suatu gedung. Tidak hanya syarat-syarat berkas saja yang mesti dilengkapi tapi masalah pengelolaan lingkungan juga harus ada. "Selama ini, pemerintah tampaknya tidak memberikan peraturan semacam itu. Oleh karena itu, banyak pembangunan yang berimbas langsung kepada lingkungan. Contohnya ya pohon tumbang," ungkapnya. Banyaknya pohon tumbang tidak hanya mengganggu lalu lintas tapi jelas membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, pihak investor yang hendak membangun suatu gedung diharap melengkapi persyaratan permintaan ijin dengan analisis dampak lingkungan dan rencana pengelolaan lingkungan sehingga tidak menimbulkan bencana bagi masyarakat. Seperti diwartakan sebelumnya, sekitar 42 pohon tumbang di Jakarta saat hujan angin yang terjadi Rabu (16/3/2011) pekan lalu. Akibat yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut 14 mobil, 1 motor dan 1 warung mengalami kerusakan. Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by Source: kompas megapolitan Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Tak Mau Pohon Tumbang, Kaji Ulang IMB. |
| Serbia Menang 2-1 Atas Irlandia Utara Posted: 25 Mar 2011 07:17 PM PDT 26 Maret 2011 08:54 WIB BEOGRAD: Zoran Tosic mencetak gol di menit 65 untuk memastikan Serbia meraih kemenangan 2-1 atas Irlandia Utara dalam kualifikasi Piala Eropa 2012, Sabtu (26/3). Source: media indonesia Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Serbia Menang 2-1 Atas Irlandia Utara. |
| Dua Gol Witsel Antar Belgia Taklukkan Austria Posted: 25 Mar 2011 07:17 PM PDT 26 Maret 2011 08:46 WIB WINA: Striker Belgia Axel Witsel mencetak dua gol saat timnya meraih kemenangan 2-0 atas Austria dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2012, Sabtu (26/3). Source: media indonesia Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Dua Gol Witsel Antar Belgia Taklukkan Austria. |
| Muslims face growing attacks in Ivory Coast crisis Posted: 25 Mar 2011 07:13 PM PDT Souleymane Sissouma became the third imam slain this month in an attack so brutal his family members went into hiding, too afraid even to attend his funeral. As dozens of mourners gathered at a mosque, the twisted wreckage of a burned car lay outside – another sign of the growing campaign of violence against Muslims who widely support Alassane Ouattara, the internationally recognized winner of November’s presidential election. Ouattara, who is Muslim, is locked in a battle with the entrenched president Laurent Gbagbo for power, and their conflict is veering dangerously toward sectarian violence. At least 10 mosques across Abidjan have been set ablaze, and another was abandoned after attackers threw a grenade through a window during prayers. “Us Muslims, we’re not safe. We are the object of every kind of violence. We’re afraid. We don’t know how this is going to end,” said Imam Idriss Koudouss, president of the National Islamic Council. “And we aren’t even involved in politics.” Ouattara supporters also have been beaten to death with bricks, even doused with gasoline and burned alive. Cell phone videos of the horrors are traded on the street and broadcast on state television along with calls to arms. “It’s the political manipulation of ethnicity,” said Corinne Dufka, a senior researcher with Human Rights Watch. “The root of the conflict is competition for political power and the fault lines are drawn along religious, ethnic and national lines.” November’s presidential election was supposed to reunite the country after a 2002-2003 civil war split it into a rebel-controlled north and a loyalist south. But when Gbagbo refused to recognize U.N.-certified results showing that he lost, Ivory Coast was plunged back into a cycle of violence. The U.N. says up to 1 million people have fled the fighting and at least 462 people have been killed, though Ouattara’s camp puts the toll at 832. The vast majority of these deaths were Ouattara supporters who were abducted and killed by Gbagbo-allied security forces, human rights groups say. “We’re afraid. Everyone’s leaving,” said Abdias Goita, a father of two who waited outside the Malian embassy for evacuation Friday. “My brother had his door broken down by pro-Gbagbo militias. He gave them all the money he had – about 200,000 francs ($430) – but they slit his throat anyway.” During the presidential campaign, little was made of the fact that Ouattara would be Ivory Coast’s first Muslim president, drawing much of his support from the north. In the aftermath though, pro-Gbagbo police and militias have been widely accused of targeting Muslims because they are perceived as being defacto Ouattara supporters. Last week, riot police showed up at Imam Sissouma’s mosque, arresting him and his son and taking the offering box. A fellow imam immediately called the interior minister to plead for their release and thought everything would be fine when Sissouma’s wife called to say they were back at home, safe and sound. But Sissouma’s wife called back a half hour later to say the riot police had executed him and five other people, including his elderly mother. Interior Minister Emile Guirieoulou acknowledged receiving the call, but refused to confirm the arrests or the killings, because the investigation is ongoing. “In Ivory Coast, there have never been religious problems, Christians and Muslims live side by side. This tragic incident is a pure result of the political crisis,” said Imam Moussa Drame, whose own mosque was attacked in December. Some 38.6 percent of Ivorians are Muslim, and 32.8 percent are Christians, according to the CIA World Factbook. An inter-religious council, made up of Christian and Muslim leaders is one of the country’s most respected institutions. But xenophobia has long been a problem in this country, which has attracted millions of immigrant laborers from neighboring Mali and Burkina Faso. They came to work on plantations, especially cocoa farms that produce the raw material that goes into much of the world’s chocolate. Resolving who would even be allowed to vote in the presidential election took years. Now armed youth who support Gbagbo are stopping and threatening people at makeshift roadblocks across Abidjan. Those with northern or Muslim names are accused of being pro-Ouattara rebels, and are beaten or killed, activists say. Human Rights Watch reported dozens of ethnically and religiously motivated killings earlier this month, often carried out by the police or by pro-Gbagbo youth with police consent. Ouattara supporters were beaten to death “with bricks, clubs, and sticks, or doused them with gas and burned them alive.” Cell phone videos of the incidents have been posted on YouTube and Facebook, often accompanied by dehumanizing and anti-Muslim comments. Fueling the fire is a relentless campaign of what the U.N. has called “lies” and “propaganda” on Gbagbo-controlled state television. The Radio-Television Ivorienne (RTI) is referred to by some foreign journalists as TV Mille Collines, in reference to the radio station that encouraged the genocide in Rwanda in 1994. In one report aired last week, the anchorman smiled as he described a dozen alleged rebels killed by pro-Gbagbo soldiers in central Abidjan as “culled like little birds.” Graphic images of their bloodied bodies were interspersed with images of soldiers giving each other high five and cheering crowds. “The future Gbagbo proposes for his country is war, anarchy and violence, with ethnic, religious and xenophobic dimensions,” wrote Louise Arbour, president of the International Crisis Group, in an open letter this week. Source: the jakarta post Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Muslims face growing attacks in Ivory Coast crisis. |
| Presiden Yaman dan Jenderal Pembangkang Gagal Capai Kesepakatan Posted: 25 Mar 2011 07:09 PM PDT Presiden Ali Abdullah Saleh dan perwira tinggi pembangkang Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan mengenai krisis politik Yaman. "Pertemuan itu diadakan Kamis malam di rumah Wakil Presiden Yaman Abdrabbo Mansur," kata sebuah sumber yang dikutip Antara/AFP, Jumat (25/3). Pertemuan tersebut bertujuan menjembatani kesenjangan antara kedua pihak, mencegah perpecahan di militer, dan menemukan cara-cara untuk menyerahkan kekuasan yang berdasarkan atas prakarsa politik yang ditawarkan oleh Saleh dan oposisi. Jenderal Ahmad seorang tokoh penting yang berpihak pada pemrotes yang berusaha menggulingkan Saleh dari kekuasaan. [kia] Source: nonblok online Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Presiden Yaman dan Jenderal Pembangkang Gagal Capai Kesepakatan. |
| Sepupu Aida Saskia Jadi Korban Penganiayaan Posted: 25 Mar 2011 07:09 PM PDT Sabtu, 26 Maret 2011 – 08:33 wibElang Riki Yanuar – Okezone JAKARTA - Gara-gara mau jemput Aida Saskia, Agung Saga malah jadi korban penganiayaan di Barcode, La Codefin, Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini. Menurutnya, malam itu dia diajak teman ke acara ulang tahun. “Aku enggak enak kalau enggak datang. Akhirnya aku ikut dan sampai sana, ternyata semua sibuk masing-masing,” tutur Aida kepada Okezone, Jumat (25/3/2011) malam. Lantaran tak digubris, akhirnya Aida meminta sepupunya untuk menjemputnya. “Setelah saudaraku datang, aku pamit pulang. Tiba-tiba teman-temanku itu ikut keluarga juga,” ceritanya. Saat itulah, kata Aida, sepupunya ditarik. Dia menduga, teman-temannya itu kenal dengan Agung. “Ternyata dia tanya sama saudaraku, kamu siapanya Aida. Saudaraku bilang dia saudaraku. Tapi anehnya, tiba-tiba saudaraku dipukul sama empat orang sampai tergeletak. Aku coba menghalangi, tapi aku malah ke dorong dan kakiku sampai saat ini agak pincang,” pungkas Aida. Agung akhirnya melaporkan empat orang yang memukulnya itu ke Polres Jakarta Selatan, dengan nomor laporan polisi LP/520/K/III/PMJ/RES JAKSEL, pada Kamis, 24 Maret 2011.(nov)
+ Arsip Berita Indonesia - Sepupu Aida Saskia Jadi Korban Penganiayaan. |
| Milan Tantang Juventus Dapatkan Menez Posted: 25 Mar 2011 07:08 PM PDT Kondisi tak nyaman Jeremy Menez di AS Roma langsung mendapat respon dari beberapa klub Serie A. Terakhir giliran AC Milan yang mengaku siap menampung gelandang timnas Prancis itu. Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, Sabtu 26 Maret 2011, Rossoneri siap menjadi pesaing Juventus yang lebih dulu berniat memboyong gelandang 23 tahun itu. Namun hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua klub itu. Menez memang telah mengisyaratkan akan hengkang dari Olimpico Roma. Sempat menjadi pilar Claudio Ranieri, Menez kini tersingkir setelah Roma berganti pelatih. Di bawah rezim Vincenzo Montella, Menez mulai jarang diturunkan. Milan sendiri memang membutuhkan gelandang kreatif seperti Menez. Karena itu manajemen Milan kabarnya menjadikan Menez sebagai salah satu target utama mereka pada musim panas nanti. Selain mengincar Menez, Rossoneri juga berencana memboyong talenta muda Brasil Paulo Henrique Ganso. Namun rencana itu terkendala dengan harga yang dibanderol Santos. Source: vivanews Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Milan Tantang Juventus Dapatkan Menez. |
| Gempa Jepang Lumpuhkan Pembuat Cat Khusus Mobil Satu-satunya di Dunia Posted: 25 Mar 2011 07:05 PM PDT Ford F150 TEMPO Interaktif, Detroit – Kekurangan pigmen khusus yang membuat mobil bersinar berkilauan telah mendorong pabrikan mobil untuk sementara membatasi pesanan pada kendaraan dalam nuansa tertentu warna hitam, merah dan lainnya. Pabrikan mobil utama, termasuk Chrysler Group LLC, Toyota Motor Co, General Motors dan Ford Motor Co menggunakan pigmen itu – disebut Xirallic – yang hanya diproduksi di satu pabrik di dunia, yaitu pabrik Onahama dekat reaktor nuklir Fukushima-Daiichi di Jepang. Pabrik ini dioperasikan oleh perusahaan kimia Jerman Merck KGaA, dan telah dievakuasi. Juru bicara Merck Gangolf Schrimpf mengatakan perusahaan itu tidak tahu kapan akan diizinkan membuka kembali pabrik, yang ditutup segera setelah gempa bumi 11 Maret. Chrysler memberitahu dealernya bahwa pihaknya membatasi permintaan kendaraan untuk 10 warna, termasuk dua variasi hitam dan tiga variasi merah. Ford memperlambat produksi kendaraan warna "tuksedo hitam" dan tiga variasi warna merah. Juru bicara Chrysler Katie Hepler menyebutnya sebagai "tindakan pencegahan" dan mengatakan perusahaan tidak mengharapkan terjadi penurunan produksi saat ini. "Kami mengantisipasi bahwa kami saat ini memiliki persediaan cukup untuk memenuhi pesanan pelanggan yang ada," kata Hepler dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan warna lain yang dibatasi adalah Bronze Star, Rugged Brown, Hunter Green, Ivory, dan Billet Silver. Dealer Ford tidak akan dapat memesan Expeditions hitam, Navigators, pickup F-150 dan pickup Super Duty, ujar juru bicara Ford Todd Nissen. Dia mengatakan Ford mengeksplorasi bahan lain yang dapat menghasilkan efek mengkilap yang sama seperti Xirallic. Ford juga bekerja sama dengan Merck untuk melihat apakah pigmen dapat diproduksi di tempat lain. Schrimpf dari Merck mengatakan akan sulit untuk mentransfer produksi ke pabrik lain. Setelah perbaikan, akan memakan waktu antara empat hingga delapan minggu untuk melanjutkan produksi, katanya. Juru bicara Toyota Mike Goss mengatakan perusahaan menggunakan pigmen itu, tetapi sejauh yang ia tahu hal itu tidak membatasi permintaan. Bencana tsunami dan gempa bumi telah menjadi kendala bagi produksi "just-in-time", yang menghendaki jumlah suku cadang dan persediaan rendah di tangan untuk menghindari biaya tinggi. Kekurangan suku cadang dari Jepang telah membuat pabrikan mobil seperti GM untuk sementara menghentikan produksi di pabrik perakitan di Amerika Utara. REUTERS | ERWIN Z Source: tempo Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Gempa Jepang Lumpuhkan Pembuat Cat Khusus Mobil Satu-satunya di Dunia. |
| Pabrik Sabu Itu di Condominium Mewah Posted: 25 Mar 2011 06:59 PM PDT JAKARTA, KOMPAS.com – Direktorat Narkoba Mabes Polri menggrebek industri rumahan sabu di Apartemen Condominium Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penggrebekan dilakukan di lantai 10 kamar 4, Jumat (25/3/2011) pukul 23.00 WIB. Dua tersangka masing-masing Ar dan Hdr, ditangkap. Menurut Kanit V Ditnarkoba Mabes Polri, Ajun Komisaris Besar RC Gumay, kali ini polisi baru berhasil menyita 0,42 gram sabu. Meski demikian, dugaan bahwa para tersangka telah memproduksi sabu dalam jumlah besar, kuat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya bahan mentah yang disita. Bahan mentah tersebut menurut Gumay adalah enam kilogram red phospor, dua ons iyodin, satu ons carkol aktif, satu jiriken cairan metanol, dua jiriken cairan tiner, satu1 jireken soda api cair, sebotol HCL, dan dua botol iyodin cair. Selain bahan-bahan pembuat sabu, polisi juga menyita alat pengolah sabu, yaitu kompor listrik, satu boiling, tiga distiler, tiga gelas ukur,dua tabung butner, satu tabung penyaring, dua termometer, dua gulung selang plastik, empat baskom plastik, ,timbangan elektrik, plastik klip ukuran besar, dan satu gulung almunium voil. "Mereka mengaku sudah enam bulan memproduksi sabu di apartemen kondominium ini," kata Gumay, Sabtu (26/3/2011), dini hari. Ia mengakui, polisi belum bisa memperkirakan kemampuan para tersangka memproduksi sabu dalam sepekan atau sebulan, sebab, masih ada sejumlah titik tempat meracik dan gudang bahan baku yang masih belum ditemukan. Tetapi kata Gumay, berdasar hasil tangkapan kasus-kasus sebelumnya, dengan skala dan kondisi temuan di apartemen kondominium ini, umumnya para pelaku mampu memproduksi sepekan minimal 30 kilogram. "Tapi kan itu dugaan. Belum terbukti. Kecuali kami sudah menemukan seluruh titik industri rumahan dan gudang bahan baku sabu mereka," ujar Gumay. Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by Source: kompas megapolitan Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Pabrik Sabu Itu di Condominium Mewah. |
| Biaya perizinan bebani harga rumah Posted: 25 Mar 2011 06:50 PM PDT JAKARTA. Sekiranya pemerintah bisa menurunkan berbagai biaya perizinan di bidang properti, bisa jadi harga properti bisa lebih murah, termasuk harga rumah sederhana yang sangat dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, biaya perizinan tersebut ternyata sangat besar. “Biaya perijinan rumah sederhana saja bisa mencapai 15%-20% dari total biaya pembangunan rumah,” kata Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI). Wajar saja jika selama ini urusan perizinan menjadi momok bagi para pengembang. Sudahlah biayanya mahal, proses pengurusannya pun sering kali berbelit-belit dan makan waktu. Komisaris Wika Realty Muhammad Nawir menguraikan, biaya perizinan properti bisa berbeda-beda di setiap daerah. Untuk proyek properti di kota besar seperti Jakarta, biaya perizinan bisa mencapai 20% dari total biaya pembangunan rumah. Namun untuk proyek di daerah, biaya perizinannya bisa hanya 10% dari total biaya, bahkan kurang. “Kalau di daerah, biaya perizinan rata-rata antara 5% sampai 10%”, kata Nawir, Jumat (25/3) Sekadar catatan, Wikal Realty banyak mengembangkan proyek properti di daerah, selain di Jakarta dan di sekitarnya. Salah satu proyek perumahan Wika Realty yang sedang dipersiapkan adalah proyek perumahan di Bandung. . Memang ada banyak jenis perizinan yang harus dimiliki pengembang, entah itu dalam mengembangkan apartemen, ruko, residensial maupun rumah. Yakni, izin Rencana Tata Ruang Kota (RTRK), izin Dinas Pekerjaan Umum (DPU), izin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), izin Hak Guna Bangunan (HGB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Kemudian masih ada beberapa izin lain, seperti izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). Menurut Nawir, izin peruntukan termasuk jenis ijin yang pengurusannya lama. Izin peruntukan mengacu pada tata kota. Umumnya setiap wilayah di sebuah daerah sudah ada peruntukannya. Nah, yang menjadi masalah jika pengembang membangun proyek properti yang tidak sesuai dengan peruntukannya, sehingga izinnya sulit keluar. “Kalau membangun tidak sesuai dengan tata kota, izinnya relatif mahal, karena hanya bisa dikeluarkan oleh gubernur,” ujar Nawir. Biaya siluman Yang membikin pengembang semakin kerepotan, selain berbagai biaya resmi, mereka juga harus membayar banyak biaya tidak resmi alias biaya siluman. Jadi, “Sekarang ada dua biaya yang harus dikeluarkan untuk perijinan, pertama untuk biaya siluman alias pungutan liar dan kedua biaya ijin secara legal,” jelas Setyo dalam sebuah seminar pembangunan perumahan rakyat, Rabu (23/3/) lalu. Sayangnya, para pengembang enggan bicara terbuka mengenai biaya siluman ini. Hazaddin T. Sitepu, Deputi Menteri Perumahan Rakyat Bidang Pengembangan Kawasan, mengakui, sejak adanya otonomi daerah, perizinan memang sangat rumit dan banyak pungutan liar. “Persyaratan perizinan saat ini sangat banyak, sehingga sulit,” katanya. Hazaddin menyatakan, Kementerian Perumahan Rakyat menyerahkan persoalan ini ke pada masing-masing pemerintah daerah. Soalnya, dengan adanya otonomi darah, maka kewenangan tersebut memang ada di daerah. Namun, bila persoalan tersebut tidak juga diselesaikan, maka pemerintah pusat akan memberi sangsi, yakni berupa pemotongan anggaran. Source: kontan online Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Biaya perizinan bebani harga rumah. |
| You are subscribed to email updates from Arsip Berita Indonesia - Indonesian News Archives To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |