ArsipBerita.com - update next 9 | |
- Korban Tewas Mencapai 116 Orang
- UE Tambahkan 100 Perusahaan ke Daftar Sanksi Terhadap Iran
- Dunia Modern Ciptakan Generasi yang Lemah
- McLeish Tetap di Birmingham
- 116 Tewas Akibat Tornado di Joplin
- Review: Second `Hangover’ feels awfully familiar
- Hollywood star wants US law against labor trafficking
- Songwriter’s death in NYC is ruled a suicide
- Saham-saham Amerika Bergerak Turun
- Indeks Nikkei 225 turun 32,07 poin jadi 9.428,56
| Korban Tewas Mencapai 116 Orang Posted: 23 May 2011 06:51 PM PDT AP Warga yang selamat merenungi rumahnya yang rata dengan tanah akibat tersapu tornado raksasa. JOPLIN, KOMPAS.com – Tornado monster yang menghantam kota Joplin, Missouri, Amerika Serikat (AS) telah menelan 116 jiwa hingga Senin (23/5/2011). Berdasarkan catatan pemerintah federal, ini tercatat sebagai tornado tunggal yang paling mematikan dalam 60 tahun terakhir. Puting beliung raksasa ini juga menjadikan 2011 sebagai tahun paling mematikan sejak 1953. Tornado itu menghantam setiap bangunan, termasuk rumah sakit dan menghempaskan mobil. Yang tampak dari kota itu hanya batang pohon yang tak lagi berdaun. Tornado yang menyapu Joplin dikategorikan berkekuatan EF4, peringkat kedua dalam kerusakan yang ditimbulkan tornado. Kecepatannya mencapai antara 267 hingga 321 mil per jam. Dengan corong berdiameter hampir 1,6 kilometer, tornado ini membuat jalur selebar 9,5 kilometer yang membelah kota kecil itu. Hampir tak ada yang tersisa dari Joplin. Tornado itu menghantam setiap bangunan, termasuk rumah sakit dan menghempaskan mobil. Yang tampak dari kota itu hanya batang pohon yang tak lagi berdaun. Gubernur Missouri Jay Nixon merasa ‘optimistis banyak jiwa yang bisa diselamatkan’. Namun pihak berwenang memperingatkan jumlah korban tewas bisa bertambah karena tim SAR masih bekerja. Tugas itu menjadi makin berat karena Senin pagi terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Menurut Direktur Manajemen Darurat Jasper County Keith Stammer, sekitar 2.000 bangunan ruask. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Joplin, Mitch Randles mengatakan seperempat atau lebih bagian kota berpopulasi 50.000 orang itu hancur. Polisi ditempatkan di setiap perempatan utama kota itu. Sementara ambulans hilir mudik mengangkut para korban terluka, sementara tim penolong mendatangi setiap rumah untuk mencari korban. Mereka harus bergerak hati-hati agar tidak tersangkut kabel listrik atau patahan benda yang tajam. Gubenur Nixon mengungkapkan kekhawatirannya jumlah korban tewas bakal terus meningkat. Meskipun demikian dia berharap ada warga selamat di balik reruntuhan bangunan. "Kami belum menghentikan penghitungan. Melihat ukuran reruntuhan bangunan dan jumlah orang yang terlibat dalam upaya pencarian, saya yakin masih banyak orang yang bisa diselamatkan," kata Nixon. Tim SAR menemukan banyak mayat di dalam mobil yang terbalik, terbelah, bahkan ringsek seperti kaleng kosong. Sementara warga yang selamat kini mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara yang kini sudah mulai melebihi kapasitas.
Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by Sumber : AP Source: kompas internasional Berita Lain:
|
| UE Tambahkan 100 Perusahaan ke Daftar Sanksi Terhadap Iran Posted: 23 May 2011 06:49 PM PDT Para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) telah mengesahkan langkah-langkah pembatasan baru di tengah upaya untuk memulai lagi pembicaraan internasional yang dimaksudkan untuk menyakinkan Iran agar menghentikan kegiatan nuklirnya. Satu pernyataan UE mengatakan para menteri itu telah memutuskan “untuk meningkatkan langkah-langkah pembatasan yang diterapkan pada Iran yang telah menimbulkan kekhawatiran karena program nuklirnya”. Bank Perdagangan Eropa-Iran (EIH), bank milik Iran yang berkantor di Jerman, termasuk di antara perusahaan yang ditambahkan ke daftar itu, bersama dengan lima orang yang akan menghadapi pembekuan aset dan larangan perjalanan UE, kata seorang diplomat. Seorang pejabat di Berlin mengatakan pada kantor berita AFP pekan lalu bahwa “bukti menunjuk ke keterlibatan EIH dalam pengembangam nuklir telah berlipat dan menjadi nyata”. Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia telah terlibat dalam pembicaraan kadang-kadang dengan Iran yang ditujukan untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya. Setelah putaran pembicaraan baru gagal di Istanbul, Turki, pada Januari lalu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton telah mengirim surat ke Teheran guna mengundang para pejabat Iran untuk kembali ke meja perundingan. Iran menanggapi bulan ini bahwa negara itu siap untuk melakukan pembicaraan baru, dan menambahkan bahwa bola sekarang berada di lapangan keenam negara tersebut. Tapi tanggapan dari kepala juru runding nuklir Iran Saeed Jalili “amat sayang hanya menegaskan kembali sikap lama Iran”, kata Ashton kepada wartawan pada saat kedatangannya untuk pembicaraan dengan para menteri luar negeri UE. “Kami ingin mereka bergerak maju dengan pembicaraan nuklir itu,” ia menegaskan. “Anda tahu bahwa pendapat saya mengenai hak asasi manusia di Iran, adalah sangat, sangat penting bahwa kami akan meneruskan tekanan pada Iran untuk rakyat dan berupaya untuk menghentikan mereka dengan jumlah eksekusi yang besar, dan pendekatan yang mereka ambil pada rakyat mereka.” Negara-negara besar Barat mengkhawatirkan Iran berupaya untuk membuat bom nuklir, tapi Teheran membantah tuduhan itu, bersikeras bahwa negara itu hanya berupaya untuk memenuhi kebutuhan energi rakyatnya. UE dan AS telah menjatuhkan sanksi sepihak terhadap Iran, di puncak dari empat langkah hukuman yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB. Sanksi PBB memerintahkan negara-negara untuk melakukan pemeriksaan di laut bebas atas kapal-kapal yang diduga membawa barang-barang yang dilarang untuk Iran dan menambahkan 40 (orang/kelompok) ke daftar orang dan kelompok yang menjadi sasaran pembatasan perjalanan dan sanksi keuangan. (S008/C003/K004) Editor: B Kunto Wibisono Source: AntaraNews.com – Mancanegara Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - UE Tambahkan 100 Perusahaan ke Daftar Sanksi Terhadap Iran. |
| Dunia Modern Ciptakan Generasi yang Lemah Posted: 23 May 2011 06:49 PM PDT - (-) Seperti diberitakan Guardian, riset mengungkapkan bahwa anak-anak menjadi lebih lemah, kurang berotot dan tidak bisa melakukan tugas fisik daripada generasi sbelumnya yang melakukannya dengan mudah. Sebagaimana generasi itu lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer, anak berusia 10 tahun melakukan lebih sedikit “sit-up” dan kurang mampu untuk bergantungan di palang dinding yang ada di gym. Kekuatan lengan menurun dalam kelompok usia itu, sebagaimana kemampuan mereka untuk mencengkeram sebuah obyek dengan kuat. Penemuan itu dipublikasikan dalam jurnal kesehatan “Acta Paediatrica”. Hasilnya sudah mengantar pada kesadaran baru mengenai dampak kesehatan anak-anak yang disebabkan oleh pergeseran dari kegiatan luar ruangan. Studi itu dipimpin oleh Dr Gavin Sandercock, seorang pakar kebugaran anak-anak di Universitas Essex. Penelitian itu mempelajari seberapa kuat sekumpulan 315 anak Essex berusia 10 tahun pada tahun 2008 dibandingkan dengan 309 anak berusia sama di tahun 1998. Mereka menemukan bahwa jumlah “sit-up” yang dilakukan anak-anak usia 10 tahun menurun 27.1% antara tahun 1998 dan 2008. Kekuatan lengan menurun 26% dan kekuatan cengkeraman menurun 7%. Sementara, satu dalam 20 anak tahun 1998 tidak bisa menahan berat badan mereka sendiri saat bergelantung di palang dinding, satu dalam 10 anak tidak melakukannya di tahun 2008. “Ini kemungkinan karena perubahan pola aktivitas di antara anak-anak Inggris berusia 10 tahun, seperti berpartisipasi dalam aktivitas yang lebih sedikit seperti memanjat tali dalam pelajaran olah raga dan memanjat pohon untuk bersenang-senang,” kata Sandercock. “Khasnya, aktivitas ini mendorong kekuatan anak-anak, membuat mereka mampu mengangkat dan menahan berat badan mereka sendiri.” Fakta bahwa 10% anak tidak bisa melakukan tes palang dinding dan 10% menolak untuk mencoba “benar-benar mengejutkan,” tambah dia. “Itu kemungkinan menunjukkan bahwa mendaki dan menahan berat badan mereka sendiri merupakan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.” Riset sebelumnya sudah menunjukkan bahwa anak-anak menjadi lebih tidak sehat, kurang aktif dan lebih banyak duduk dan dalam banyak kasus, lebih berat daripada sebelumnya. Tetapi, penelitian baru juga menemukan bahwa anak-anak tahun 2008 memiliki indeks masa tubuh (body mass index/BMI) sebagaimana mereka satu dekade sebelumnya. Pemimpin penelitian Daniel Cohen, dari London Meropolitan University, mengatakan ini berarti bahwa, penurunan kekuatan mereka, tubuh dari kelompok tes terbaru cenderung mengandung lebih banyak lemak dan sedikit otot daripada pendahulu mereka. “Itu benar-benar mengkhawatirkan dari sudut pandang kesehatan. Itu berita baik bahwa BMI tidak meningkat, tetapi mengkhawatirkan bila pon demi pon mereka lebih lemah dan kemungkinan membawa lebih banyak lemak,” kata Sandercock. Para peneliti meminta kementerian mengurangi kepercayaan mereka pada National Child Measurement Programme, yang menusrvei BMI anak sekolah dasar, dan memperkenalkan tes kebugaran di semua sekolah. “Memanjat pohon dan tali dulunya merupakan praktek standar bagi anak-anak, tetapi otoritas sekolah dan ‘kesehatan dan keselamatan’ mengatur penghapusan yang melemahkan anak-anak kita,” kata Tam Fry dari Child Growth Foundation. “Jatuh dari cabang pohon dulunya pelajaran bagus dalam mengangkat diri anda sendiri dan belajar memanjat lebih baik. Saat ini proses pengadilan menghentikan anak-anak memanjat untuk pertama kalinya.” Fry menambahkan tes kebugaran bisa atau tidak bisa tepat, tetapi Sandercock tidak harus berkecil hati dengan penggunaan pengukuran BMI. Juru bicara departemen kesehatan Inggris mengatakan pemerintah sudah memperkenalkan beberapa program mempromosikan gaya hidup aktif di antara anak muda, dan survei kesehatan untuk Inggris dilaporkan kembali pada tingkat kegiatan fisik. “Departemen kesehatan tidak memiliki rencana saat ini untuk memperkenalkan tes kebugaran bagi anak-anak,” tambah dia. Editor: AA Ariwibowo Source: AntaraNews.com – Hiburan Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Dunia Modern Ciptakan Generasi yang Lemah. |
| Posted: 23 May 2011 06:43 PM PDT Turunnya Tim Biru itu ke kompetisi divisi di bawahnya terjadi setelah mereka kalah 1-2 atas Tottenham di White Hart Lane pada pertandingan terakhir kompetisi musim ini. Birmingham bergabung dengan West Ham United dan Blackpool yang terdegradasi ke jenjang kompetisi pada level di bawah kompetisi liga utama, yang biasa disebut kompetisi “Championship”, pada musim mendatang. Penjabat Ketua Birmingham Peter Pannu mengatakan dalam laman resmi klub bahwa posisi McLeish “aman”. Tetapi dewan pengurus klub meminta pelatih dari Skotlandia itu membawa tim mereka kembali ke jenjang kompetisi Liga Utama Inggris pada musim mendatang. Birmingham akan tampil pada kompetisi Liga Eropa musim mendatang setelah mereka memenangi kompetisi Piala Liga tiga bulan lalu. “Dewan pengurus klub akan menganalisis apa yang salah terhadap tim ini sedangkan Carson Yeung berjanji akan menyuntik dana klub senilai 40 juta dolar–bukan 80 juta dolar seperti yang diberitakan media massa,” kata Pannu. “Dewan akan mendiskusikan dan mengejawentahkan prosedur yang benar untuk menanggulangi apa yang dianggap tidak benar selama ini, dalam usaha membawa klub ini kembali naik ke kompetisi liga utama,” katanya, demikian AFP melaporkan. (A008/A011/K004) Editor: B Kunto Wibisono Source: AntaraNews.com – Olahraga Berita Lain:
|
| 116 Tewas Akibat Tornado di Joplin Posted: 23 May 2011 06:40 PM PDT
Para pejabat pengawas cuaca AS menyatakan tornado itu yang menerjang kota dengan 50.000 warga tersebut saat makan malam Minggu (22/5/2011) adalah yang paling banyak merenggut korban di negeri tersebut sejak 1974 dan tornado maut kesembilan sepanjang waktu, kata mereka. Para petugas gawat darurat, Senin (23/5/2011), mengatakan 116 orang tewas dan sebanyak 400 orang lagi cedera. Menurut pejabat setempat, banyak korban menderita luka dalam yang parah. Awak bagian gawat darurat melakukan pencarian sepanjang malam dan menembus badai yang disertai hujan lebat pada Senin untuk menemukan penyintas. Tujuh orang telah diselamatkan, kata Gubernur Missouri Jay Nixon. “Kami percaya ada orang yang masih hidup di bawah puing dan kami akan berusaha dengan keras melakukan pencarian untuk menjangkau mereka,” kata Nixon.(sls/at) Dibaca 126 X source: berita8 news Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - 116 Tewas Akibat Tornado di Joplin. |
| Review: Second `Hangover’ feels awfully familiar Posted: 23 May 2011 06:40 PM PDT It’s hard to imagine a more half-assed attempt at cashing in a second time than “The Hangover Part II.” Seriously, it feels like the script was pieced together with the help of Mad Libs, with only slightly different and raunchier details replacing those that helped the original “Hangover” from 2009 become the highest-grossing R-rated comedy of all time (it made more than $467 million worldwide). But so much of the allure of that first film was the novelty of the premise, the unpredictability of the adventures, and the sense that we, too, were wandering in a daze, helping solve the mystery of the debauched night before. Despite their throbbing heads and increasing sense of panic, these guys clearly had a blast, and they made us wish we could have joined them. That sequence where the motley group of friends wakes up in a fog and surveys the damage in a trashed Las Vegas hotel suite is a brilliant and efficient little piece of storytelling, full of clever details and meticulous production design. Director Todd Phillips, who also co-wrote the script this time (along with Craig Mazin and Scot Armstrong), apparently thought so, too. That’s just one of many gags from the first film that are repeated in “The Hangover Part II.” Giving the people what they want is one thing. Making nearly the exact same movie a second time, but shifting the setting to Thailand, is just … what, lazy? Arrogant? Maybe a combination of the two. Instead of finding a baby in their hotel room, the guys find a chain-smoking, drug-running capuchin monkey. Instead of waking up with a missing tooth, Ed Helms’ mild-mannered dentist character, Stu, wakes up with a facial tattoo. Instead of bursting into song at the piano to sum up how horrible the situation is, Stu bursts into song with an acoustic guitar. And instead of having sex with a hooker with a heart of gold, Stu does it with … well, we won’t tell you. Suffice it to say, this is Thailand, so it’s not that huge of a shock. Bradley Cooper is also back as the group’s de facto leader, the arrogant Phil, as is Zach Galifianakis as the passive aggressive man-child Alan. Galifianakis’ dark, off-kilter shtick made him the breakout star of the original film, and while he gets many of the best lines here, he’s also even more infuriating. Justin Bartha is along, too, but just barely; as Doug, the groom in the first film, he was missing the entire time. In the sequel, he remains safely ensconced at the group’s luxury seaside resort, so he misses out on yet another wild night. While there’s less of him, there’s also more of Ken Jeong’s character, the obnoxious, effeminate gangster, Mr. Chow. He was the weakest part of the first “Hangover” and gets even more face time here, with no improvement. They’re all there for the wedding of Stu and the beautiful Lauren (Jamie Chung) in her parents’ home country. He insists he doesn’t want the kind of crazy bachelor party that resulted when Doug got married, but he gives in and agrees to have one beer — in a sealed container — on the beach with his friends. Joining them is Lauren’s younger brother, Teddy (Mason Lee), a 16-year-old Stanford pre-med student and cello prodigy. Naturally, the guys all wake up in the squalor of a Bangkok hotel (shot in a tangible, grimy steaminess by Lawrence Sher), absolutely blanking as to what they did the previous night. Again. And yes, that word appears a lot in the script, as in: “I can’t believe this is happening again!” We can. “The Hangover Part II,” a Warner Bros Pictures release, is rated R for pervasive language, strong sexual content including graphic nudity, drug use and brief violent images. Running time: 101 minutes. One and a half stars out of four. ___ Motion Picture Association of America rating definitions: G — General audiences. All ages admitted. PG — Parental guidance suggested. Some material may not be suitable for children. PG-13 — Special parental guidance strongly suggested for children under 13. Some material may be inappropriate for young children. R — Restricted. Under 17 requires accompanying parent or adult guardian. NC-17 — No one under 17 admitted. source: Yahoo Movies Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Review: Second `Hangover’ feels awfully familiar. |
| Hollywood star wants US law against labor trafficking Posted: 23 May 2011 06:40 PM PDT WASHINGTON (AFP) – Hollywood actress Julia Ormond pleaded with US lawmakers to pass a law halting the sale of men, women and children into forced labor. Ormond told a panel of lawmakers how children are “chained, whipped and scarred for life while working on our carpets” and “Mayan agricultural slaves in Florida pick my tomatoes” just to keep prices down and profit margins high. “Just as those forced into sex slavery, they deserve our compassion” and a federal law to protect them, said Ormond, who in 2007 founded the Alliance to Stop Slavery and End Trafficking (ASSET). The British actress was testifying at a hearing of the House of Representatives’ Commission on Security and Cooperation in Europe, a leader in the US fight against human trafficking. Ormond played a key role in getting a law passed in California last year that requires retailers and manufacturers earning more than $100 million a year worldwide to disclose their supply chain sources, in particular the labor that produces the goods they sell. The California law will allow consumers to decide whether to buy a product from a manufacturer whose supply chain includes forced labor, said the actress who won an Emmy for her role in “Temple Grandin” and played alongside Brad Pitt in “The Curious Case of Benjamin Button.” “It will also educate companies… of the devastating impact of using company influence to drive profit up by forcing the prices of down to a level where labor violations and criminal activity and suicide are the outcome for the raw material workforce — for today’s enslaved,” said Ormond. “It’s not a perfect silver bullet but it does kick the ball forward,” she continued, noting that a similar law at the federal level would give more clout to the fight to wipe out this modern-day form of slavery. Ormond’s activism puts her in the same league as the likes of Oscar-winning actor and director Ben Affleck, who last year founded the Eastern Congo Initiative (ECI) to help bring stability to eastern Democratic Republic of Congo, and George Clooney, who backed South Sudan’s quest for independence. Ormond began advocating for the rights of exploited workers after becoming aware of the plight of women sold into the sex trade in eastern Europe. Only 11 percent of the 12.3 million people who are in forced labor work in the sex industry, said Nancy Donaldson, director of the International Labor Organization (ILO)’s Washington office. The majority work for “economic exploitation” — in sweat shops, on farms or as domestic servants. Women and girls make up 56 percent of forced laborers, and up to half of today’s slave stock is made up of children, according to Donaldson. Most forced laborers are “poverty-stricken people in Asia and Latin America whose vulnerability is exploited by others for a profit,” she told lawmakers. In some countries, forced labor is “sometimes still imposed as a punishment for expressing one’s political views,” Donaldson said without naming names. But Luis CdeBaca, director of the State Department’s Office to Monitor and Combat Trafficking in Persons, said forced labor was “not isolated in far away places or limited to countries stricken by poverty or lack of opportunity. “It’s happening right here in the United States,” with workers who come to work on US farms — like the Latinos picking Ormond’s tomatoes in Florida — “particularly at risk for trafficking,” he said. According to the ILO, three percent of trafficked laborers — more than 360,000 — work in industrialized countries. source: Yahoo Movies Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Hollywood star wants US law against labor trafficking. |
| Songwriter’s death in NYC is ruled a suicide Posted: 23 May 2011 06:40 PM PDT NEW YORK – The Academy Award-winning songwriter of “You Light Up My Life,” who was awaiting trial on rape charges and was found dead in his apartment, committed suicide, the medical examiner’s office ruled Monday, citing asphyxia by helium. Joseph Brooks was discovered in his apartment Sunday by a friend with whom he was supposed to meet for lunch. The door was unlocked and the doorman at Brooks’ apartment was given instructions to allow the friend upstairs. Police said the 73-year-old was found slumped over on a coach in his den. A plastic dry-cleaning bag was wrapped around his head and a towel was wrapped around his neck. A hose was attached to the bag and a small tank of helium nearby. The medical examiner’s office said Monday Brooks died of asphyxia due to displacement of oxygen by helium gas within the plastic bag over his head. Helium is generally difficult to detect in an autopsy. Using it to commit suicide is outlined in a best-selling suicide manual by British author Derek Humphry. The songwriter was awaiting trial on allegations that he lured women to his apartment through an online ad offering auditions for a movie role, then sexually assaulted them after making them drink apparently drugged wine as part of an “acting exercise.” He pleaded not guilty in 2009, and his court date had not yet been set. Police said a rambling, three-page suicide note was found that included complaints about his health. Brooks suffered a stroke in 2008, and his lawyer had said the songwriter’s health was deteriorating during the court case. He appeared gaunt and shuffled slowly as he came to recent court dates. Brooks won the Academy Award for best original song for the 1977 Debby Boone ballad “You Light Up My Life” and directed a movie of the same name about a comedian who had a one-night stand with a director. Brooks also won a Grammy for the song. “I have been saddened to hear of the horrible tragedies surrounding Joe Brooks and his family over the years,” Boone said in a statement released through a friend on Monday. “My only real association with Joe was in 1977 for a couple of hours in a New York recording studio when I recorded his beautiful song. I will continue to sing it proudly and hope that people will be able to separate the song from Joe’s severely troubled life,” Boone said. In an unrelated case, Brooks’ son, Nicholas, is charged with murder in the death of his girlfriend, Peruvian-American swimsuit designer Sylvie Cachay. She was found dead, half-clothed and face-up, in a tub at the swanky Soho House after water began leaking through to the floor below. Nicholas Brooks has pleaded not guilty and is being held without bail at the Rikers Island jail complex. source: Yahoo Movies Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Songwriter’s death in NYC is ruled a suicide. |
| Saham-saham Amerika Bergerak Turun Posted: 23 May 2011 06:39 PM PDT Saham-saham Amerika Serikat merosot pada Senin (23/5) waktu setempat karena kekhawatiran utang Eropa dan berkurangnya pertumbuhan China memberikan kegelisahan bagi para investor. Dow Jones Industrial Average dari saham blue-chip turun 124,87 poin (1,00 persen) pada 12.387,17 di penutupan perdagangan. Indeks S&P 500 yang lebih luas jatuh 15,26 poin (1,14 persen) menjadi 1.318,01, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq turun 43,51 poin (1,55 persen) menjadi 2.759,81. Saham jatuh pada pembukaan dan pulih hanya sedikit pada akhir sesi, dengan semua kecuali dua dari 30 komponen Dow berakhir pada posisi merah. S&P menurunkan peringkat utang negara Italia memicu ketakutan penyebaran krisis zona euro, sementara perlambatan angka manufaktur China adalah tanda baru dari perlambatan ekonomi nomor dua di dunia. China adalah konsumen energi terbesar. [nta]
Source: nonblok online Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Saham-saham Amerika Bergerak Turun. |
| Indeks Nikkei 225 turun 32,07 poin jadi 9.428,56 Posted: 23 May 2011 06:39 PM PDT Indeks dari 225 perusahaan yang diperdagangkan di bursa saham Tokyo Stock Exchange itu turun 32,07 poin menjadi 9.428,56. Di antara saham yang ada dalam indeks tersebut, sebanyak 74 saham naik, 121 turun, dan 30 saham tidak berubah. Penurunan indeks Nikkei 225 Stock Average dimotori oleh Softbank, Kddi, dan Fanuc Corp. Sekitar 143,67 juta saham berpindah tangan di bursa tersebut pada sesi pertama perdagangan. Sony Corp, yang naik 27 yen menjadi 2.238 yen, merupakan saham teraktif berdasarkan nilai di bursa tersebut. Saham teraktif berikutnya adalah Komatsu Ltd, yang turun 23 yen menjadi 2.358 yen dan Softbank Corp, yang turun 34 yen menjadi 2.882 yen. (msw) Source: bisnis online Berita Lain:
+ Arsip Berita Indonesia - Indeks Nikkei 225 turun 32,07 poin jadi 9.428,56. |
| You are subscribed to email updates from Arsip Berita Indonesia - Indonesian News Archives To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |